Showing posts with label Gunung. Show all posts
Showing posts with label Gunung. Show all posts

Friday, 26 February 2016

Latihan Fisik Sebelum Mendaki Gunung

Halo sobat traveler. Gunung lagi gunung lagi, hehehe. Setelah gue kemarin posting tentang perlengkapan apa saja yang wajib dibawa sebelum mendaki gunung. Sekarang gue pingin sharing tentang latihan fisik yang pas untuk sobat traveler sekalian yang ingin mendaki gunung. Latihan fisik ini termasuk salah satu syarat wajib kalian sebelum kalian mulai mendaki. Ingat, lawan kalian adalah alam ketika mendaki. Jadi sekali lagi jangan sepelehkan alam ya sobat.
Nah, sebelum gue mulai lebih dalam membahas latihan fisik apa saja yang pas untuk persiapan mendaki gunung, kalian mesti tau apa fungsinya latihan fisik. Fungsi latihan fisik sebelum mendaki adalah untuk menyiapkan fisik kita selalu bugar sebelum melakukan pendakian. Selain itu juga untuk berjaga-jaga agar kita siap apabila nantinya ada sesuatu yang tidak diinginkan, misalkan tersesat. Ketika kita tersesat, kita harus nyiapin kekuatan fisik dan mental kita. Itulah kenapa kita harus latihan fisik sebelum kita mendaki gunung. Lalu apa saja sih latihan fisik yang perlu kita jalani? Inilah beberapa jenis latihannya :

  • Lari kecil/Jogging

Lari-Lari Kecil

Nah, lari kecil disini kalian wajib melakukannya. Minimal dua minggu sebelum kalian melakukan pendakian. Atur jadwal lari dua hari sekali. Dan dalam setiap jogging hal paling utama yang harus diingat adalah bukan mencari kecepatan waktu lari, tapi belajarlah mengatur nafas ketika lari. Mengatur nafas berguna ketika kalian mendaki nanti, nafas yang ngos-ngosan secara nggak langsung membuat kalian cepat merasa capek. Apabila kalian sudah bisa mengatur nafas, bolehlah sesekali diselingi sprint.

  • Push-up / Sit-up / Pull-up

Lakukan Push-up, Sit-up dalam satu paket setelah kalian jogging. Setidaknya minimal 10-20 kali tergantung kekuatan kalian masing-masing. Setelah itu baru lakukan pull-up. Hal ini dibutuhkan ketika nanti kalian harus sedikit memanjat atau perpegangan yang membutuhkan kekuatan lengan kalian. Untuk latihan fisik ini kalian bisa melakukannya setiap hari, lebih disarankan setiap bangun tidur.

  • Angkat Beban

Koleksi gambar Kapanlagi(dot)com
Nah untuk angkat beban ini fungsinya supaya kalian terbiasa dengan beban berat. Kenapa demikian? Carrier yang kalian bawa untuk mendaki nantinya pasti memiliki beban yang tidak ringan. Minimal berat carrier untuk pendakian dua hari satu malam adalah sekitar 15kg. Maka dari itu latihan fisik ini sangat dianjurkan untuk kalian.

  • Biasakan Berjalan Kaki


Biasakanlah berjalan kaki! Dalam melakukan pedakian kalian wajib dan sudah jelas membutuhkan kekuatan kaki. Jadi latihan fisik dengan berjalan kaki sangat mendukung untuk melatih kekuatan kaki kalian. Selain itu, hal ini ditujukan agar otot kaki kalian tidak kaget dan tidak mudah kram ketika mendaki. Ingat dalam pendakian kalian bisa menghabisakan waktu berjam-jam untuk berjalan kaki di berbagai medan.

Nah, Sobat traveler sekalian, jadilah pendaki yang siap dan kuat baik secara fisik dan mental. Itulah beberapa tips latihan fisik sebelum mendaki gunung untuk sahabat traveler semuanya. Semoga artikel ini membantu sobat traveler dalam mempersiapkan pendakian. Dan ingat selalu jagalah kebersihan tempat yang kalian kunjungi. Salam Traveler.

Thursday, 25 February 2016

Perlengkapan Mendaki Gunung Wajib Untuk Pemula

Perlengkapan Mendaki Gunung Wajib Untuk Pemula

Ilustrasi Perlengkapan Mendaki Gunung

Halo sobat travelers sekalian, bagaimana kabar kalian? Semoga kalian tetap sehat ya. Akhir-akhir ini gue sering banget bikin artikel tentang mendaki gunung. Dan akhir-akhir ini banyak sekali pendaki-pendaki pemula yang mencoba mendaki sebuah gunung. Bukannya gue nggak suka, semua orang mempunyai haknya masing-masing untuk mendaki gunung. Namun alangkah baiknya jika para pendaki memiliki pengetahuan dasar tentang mendaki gunung. Karena sebenarnya mendaki gunung itu bukan hanya untuk mengejar indahnya pemandangan, puncak dan keren semata. Tapi banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap pendakian yang kita lalui. Nah kali ini gue mencoba untuk sharing perlengkapan dan peralatan mendaki gunung apa saja yang wajib dibawa saat mendaki. Ada beberapa peralatan wajib yang harus dibawa oleh pendaki, diantaranya



  • Pakaian Outdoor

    Nah, pakaian outdoor sendiri adalah kelas globalnya. Untuk spesifikasinya ada beberapa item lagi. Yang pertama adalah kaos, Kaos usahakan adalah kaos yang mudah menyerap keringat dan cukup hangat ketika dingin dan cukup nyaman biasanya berbahan katun/cotton. Lalu Celana outdoor, usahakan menggunakan celana khusus outdoor. Banyak dijual di toko-toko outdoor. Atau celana berjenis cargo untuk survival dan bisa juga training. Sangat tidak disarankan menggunakan celana jeans. Lalu Jacket Outdoor, ada banyak pilihan dan jenis jaket outdoor ini. Minimal gunakan jaket yang bermodel windprof atau lebih baik yang waterproof, namun harganya cukup mahal. Dan beberapa alternatif tambahan seperti manset, buff, kupluk, dll.


  • Footwear/Sandal

    Ini tak kalah pentingnya dan harus serta wajib hukumnya! Gunakan Footwear(Sepatu)/Sandal outdoor. Banyak sekali dijual dipasaran baik harga yang murah sampai mahal. Dari merk lokal sampai luar, baik itu original ataupun KW. Jadi tidak ada alasan untuk tidak menggunakan salah satunya. Usahakan pilih sepatu yang menutupi mata kaki dan nyaman, hal ini untuk meminimalisir cidera pada kita.


  • Tas Carrier / Daypack

    Untuk tas gunung sendiri sebagian besar orang memakai tas carrier untuk mendaki. Dan memang benar, tas carrier inilah yang dianjurkan untuk semua pendaki karena memang bisa mengakomodasi semua bawaan pendaki. Namun apabila kita tidak cukup mampu untuk membeli carrier, kita bisa memulainya dengan membeli tas daypack. Sekarang juga sudah banyak Daypack murah dengan kapasitas sedang mulai dari 35-50liter. Menurut gue itu juga udah cukup untuk perjalanan pendakian singkat atau yang hanya memakan waktu semalam saja. Namun apabila masih belum mampu untuk membeli keduanya, silahkan pinjam/rental. Sekarang sudah banyak tempat rental peralatan mendaki gunung.


  • Tenda

    Tenda adalah tempat kita untuk berlindung dan beristirahat. Kita wajib menyiapkan ini. Pilihlah tenda yang menggunakan double layer agar istirahat kalian nyaman. Namun apabila kalian hanya memiliki yang single layer sebenarnya tidak masalah, namun tetap pastikan keadaan tenda kalian masih bagus dan layak. Kalian bisa juga menmbahkan flysheet untuk lapisan tendanya.


  • Sleeping Bag dan Matras

    Sleeping bag dan matras ini juga wajib dibawa oleh kalian. Matras untuk alas kalian di dalam tenda supaya lebih hangat. Ditambah sleeping bag agar tidur kalian lebih nyaman. Ingat, cuaca digunung sering berubah-ubah dan Dingin sekali. Jangan sekali-kali meremehkan dan menanatang alam ya sobat traveler sekalian.


  • Peralatan Masak dan Makan

    Peralatan Masak dan Makan ini juga wajib dibawa untuk mengolah perbekalan kalian. Bawa kompor portable baik itu yang berbahan parafih, gas kaleng, ataupun spirtus. Dan juga nesting atau cooking set yang banyak dijual di toko outdoor ataupun disewakan. Lalu sendok,garpu,pisau lipat,piring,gelas, ataupun menggunakan kertas pembungkus nasi.


  • Survival dan Medical Kit

    Ini juga tak kalah pentingnya dari beberapa peralatan di atas. Banyak pendaki yang menyepelekan perlengkapan ini. Contohnya kompas, Navigasi berupa GPS atau petunuk arah lainnya, Benang dan Jarum dan lain sebagainya. Serta obat-obat pribadi kalian jika kalian mempunyai riwayat penyakit yang seawktu-waktu bisa kambuh. Jangan sekali-kali meremehkan survical dan Medical Kit sobat traveler semuanya. Jangan sombong tidak akan terjadi apa-apa. berpikiran positif memang wajib, tapi lawan kita alam. Kita tidak bisa main-main dengan alam yang gampang berubah dan tidak menentu, so keep safety first ya sobat.


  • Penerangan dan Perapian

    Penerangan dan perapian yang gue maksud disini adalah senter/headlamp dan perapian yang gue maksud adalah korek. Ingat, selalu siapkan batere cadangan untuk senter/headlamp kalian. Dan juga korek cadangan dan simpan di tempat yang aman dalam carrier kalian. Tujuannya untuk mengantisipasi apabila hujan dan basah.


  • Raincoat/Jas Hujan

    Nah ini juga wajib dibawa terutama saat musin hujan seperti ini. Usahakan jangan sampai kalian basah kuyup karena kehujanan sebab itu bisa membuat kalian kedinginan. Sangat bahaya apabila kalian kedinginan di gunung, kalian bisa terserang hipotermia.


  • Perbekalan Makanan dan Minuman

    Ini adalah sumber tenaga kalian selama mendaki. Usahakan perbekalan kalian cukup untuk pendakian, kalau bisa dilebihkan. Jangan hanya membawa mie instan untuk mendaki gunung. Bawalah makanan pokok seperti nasi, sayur, dan lauk pauk yang simple. Kalian juga bisa membawa roti dan snack untuk camilan. Ingat, digunung nggak ada warung yang bisa delivery makanan untuk kalian. Jadi atur segala perbekalan kalian selama mendaki.


  • Perlengkapan pribadi dan alat kebersihan

    Bawalah baju ganti yang cukup dan simpanlah dengan aman sehingga tidak basah apabila kalian terpaksa kehujanan. Dan yang paling penting adalah alat kebersihan. Yang gue maksud adalah kantong plastik/trashbag untuk sampah kalian. Bawalah turun kembali sampah-sampah kalian. Kalian tentu ngaak mau kan gunung tempat kalian main jadi kotor dan penuh sampah sehingga merusak kelestarian ekosistem yang ada disana. Ingat, ini jangan disepelehkan, kecil tapi wajib hukumnya!


  • Itulah beberapa perlengkapan mendaki gunung yang wajib kalian siapkan sebelum kalian melakukan perjalanan. Ingat, sekali lagi jangan sombong dan merasa mampu untuk menaklukan sebuah gunung. Lawan kalian adalah alam yang susah diprediksi. Kita tidak akan tau apa yang akan kita alami nantinya disana. Selain itu siapkan fisik dan mental kalian sebelum kalian melakukan pendakian, itu Sangatlah penting.
    Dan pesan terakhir dari gue untuk sobat traveler semuanya, pegang erat prinsip para pendaki. "Jangan ambil apapun kecuali foto, Jangan Bunuh apapun kecuali waktu, dan Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki." Sekian dari gue, ada kurang lebihnya tentang tips ini gue minta maaf. Keep clean and Go Green lifestyle. Salam Sobat Traveler.

    Saturday, 23 January 2016

    Jalan Santai Menikmati Gunung Papandayan - Part 2

    Catatan Perjalanan Gunung Papandayan 2665 mdpl - Part 2


    Setelah sebelumya kalian udah baca Catatan Perjalanan Gunung Papandayan 2665 mdpl - Part 1, Ini adalah lanjutan dari capter tersebut. Mari kita mulai hehehe

    Sesampainya di Pondok Saladah, gue dan team memutuskan untuk membangun tenda di dekat sumber air dan toilet. Apa toilet? iya toilet, Papandayan sekarang udah ada toilet. Jadi buat kalian para cewek, tenang kita bisa camping ceria disini hehehe. Tapi inget ya, jangan gunakan toiletnya untuk mandi. Kasian yang antri di belakang kalian, lama nunggunya. Oke, back to the topic. Gue memilih camp disini karena biar deket aja kalo mau ambil air dan nyuci peralatan masak.

    Setelah tenda berdiri, Dimas dan Herman salah satu juniornya memasak untuk sarapan yang dirangkap dengan makan siang hehehe. Tugas gue adalah ambil air dan natain dalam tenda biar tidur enak. Nah si Adi istirahat aja karena memang kondisinya masih belom fit katanya. Sedangkan Dwi dan Misbah udah ilang entah kemana, mungkin foto-foto dan beli cilok hehehe.


    Jam udah nunjukin pukul 11.30 saat masakan udah mateng. Kita berenam makan dengan menu sayur sop plus tempe dan nugget goreng tidak lupa saos sebagai pelengkapnya. Setelah makan selesai gue suruh aja Misbah dan Dwi yang tadi ngilang buat nyuci nesting yang dibuat masak. Sambil nunggu, gue dan Dimas ngomongin ittenary. Gue ngajakin team buat ke hutan mati jam 1 an nanti terus lanjut ke Tegal Alun. Dimas dan Herman oke-oke aja, tapi si Adi milih stay di tenda karena kecapekan dan takut seseknya kambuh. Sambil menimbang-nimbang segala resikonya, gue ngopi di depan tenda sama Dimas dan Herman. Disaat sedang asik ngopi dan ngobrol tiba-tiba hujan turun sebagai jawaban. Akhirnya kita memutuskan stay dan melanjutkan ke hutan mati esok hari.

    Malam hari kita lewatkan dengan masak indomie dan ngopi  sambil menikmati dinginnya malam di Gunung Papandayan. Karena tadi siang sampai sore hujan, malam harinya cuaca cerah dan kita bisa menikmati bintang di langit. Sayang kita gak bawa DSLR jadi kita gak bisa ngambil foto bintangnya. Cukup mata yang mengabadikan keindahan ciptaanNya. Jam 20.30 kita udah masuk tenda dan masang sleeping bag. Kita memutuskan untuk tidur lebih awal agar besok bisa dapat sunrise di hutan mati.

    12 April 2015
    Jam 04.00 Gue udah bangun. Gue setenda sama Dimas dan Herman. Gue langsung bangunin si Dimas dan Herman gue suruh siap-siap buat lanjut ke Hutan Mati. Herman segera ke tenda depan buat bangunin Adi, Dwi dan Misbah. Setelah semua siap gue tanya keadaan si Adi, dia udah sehat dan siap lanjut apa enggak. Ternyata dia udah fit dan siap lanjut jalan lagi. Jam 5 gue dan team mulai jalan ke hutan mati. Menurut hitungan ini sudah termasuk kesiangan untuk ngejar sunrise di hutan mati.

    Dalam perjalanan, kita harus melipir melewati semacam kubangan di belakang Pondok Saladah agar bisa menuju ke Hutan Mati. Disini satu kejadian lucu terjadi, Misbah yang jalan di belakang Dimas dan di depan gue kakinya kejebak di lumpur yang dalemnya hampir selutut. Bagaikan flashback, gue dan yang lain hanya ketawa. Gue dulu juga pernah ngalamin hal itu pas pertama kali ke Papandayan di tempat yang sama pula. Untung sandal dia masih bisa diselamatkan, gak kayak sandal gue yang harus pensiun gara2 putus hehehe. Setelah melewati kubangan itu kita harus nyebrang semacam sungai kecil yang airnya sangat dingin. Disini Misbah bersih2 kaki dulu sebelum lanjut jalan.

    Setelah hampir 30 menit kita jalan akhirnya kita samoai juga di Hutan Mati. Padahal sebenarnya cuma 15 menit saja dari Pondok Saladah ke Hutan mati, tapi karena insiden tadi jadi ya agak lama. Disini kita langsung narsis-narsis ria. Herman,Misbah,Adi dan Dwi langsung foto-foto di setiap spot bagus Hutan Mati. Sedangkan gue dan Dimas langsung melipir ke ujung yang bisa lihat pemandangan kawah. Kali ini kita gak beruntung karena emang suasana mendung, Jadi sunrisenya gak dapet, tapi awannya keren banget.
     
    Pemandangan Keren dari ujung hutan mati yang keren banget. Disini adalah spot dimana kalian bisa nemuin Sinyal dan bisa update sosial media hehehe. Ini adalah salah satu spot foto paling dicari disini. Jangan sampai kalian melewatkan keindahan CiptaanNya ya. :)


    Disini kita sempat bikin kopi dan nyemil sambil ngabarin orang-orang tercinta hehehe. Tak jarang kita juga bercengkrama dengan sesama pendaki yang ada disekitar kita sambil menawarkan kopi dan cemilan. Tak lupa juga kita siapkan beberapa kertas dan spidol buat nulis. Stop vandalisme ya guys, lebih baik kalian bawa kertas dan spidol. Tapi inget, habis foto jangan ditinggal gitu aja kertasnya di atas. Bawa turun lagi, simpen, atau kalau emang mau dibuang, buangnya jadiin satu sama sampah-sampah perbekalan kalian dalam satu trashbag yang nantinya di bawa turun. Inget harus tetep jaga kebersihan ya guys. :)

    Narsis mumpung keren
    Dimas Narsis minjem bendera Abang-abang dari Jakarta
    Masih Narsis pake bendera pinjeman
    Tetep narsis tanpa henti :)
    Full Team Dari atas kanan : Herman, Misbah, Adi, Dwi ; Bawah : Gue, Dimas
    Cepet datang kesini ya ndud, kita nanjak mesra ;)

    Setelah sekitar satu jam lebih kita di Hutan Mati, kita lanjut perjalanan ke Tegal Alun. Dari Hutan Mati kita start jalan jam setengah 8an. Trek yang dilewati nanjak terjal banget hampir tidak ada bonus sama sekali dan terus nanjak. Sampai di salah satu tanjakan yang paling terjal dan licin sampai disediakan tali webbing untuk pegangan agar tidak terpeleset karena sebelah kanan kita udah jurang yang dalem banget. Sekitar jam 9an lebih kita akhirnya touchdown Tegal Alun. Berati perjalanan kita memakan waktu sejam lebih. Idelanya sih memang sekitar satu jam waktu tempuh yang diperlukan. Sesampainya di Tegal Alun seperti biasa kita langsung foto-foto dan narsis.

    View Tegal Alun Dengan hamparan pohon edelweis
    Hamparan pohon edelweis yang berbunga
    Bunga Edelweis yang sudah mulai mekar
    Nyetok foto buat ucapin Happy Aniv sebulan kemudian :)
    Stock Foto untuk aniv hehehe
    Setelah nyemil dan bikin kopi (lagi) karena jujur kita laper banget waktu itu hehehe. Jam 10.15 kita putuskan untuk turun dan kembali ke Pondok Saladah. Perjalanan turun lebih cepat daripada naiknya, cuma 45 menit kita udah sampai di Pondok saladah lagi. Sesampainya di tenda kita langsung bagi tugas. Herman dan Dwi masak, Dimas dan Misbah ngambil air, Gue dan Adi Packing dan bongkar tenda. Jam 12 siang kita akhirnya selesai makan, Dimas dan Misbah segera mencuci bekas masak tadi, sedangkan gue dan yang lain bersihin sampah sekitar tenda gue dan beberapa tempat yang bisa dijangkau. 

    Tepat jam setengah satu, semuanya sudah beres dan siap untuk turun ke Camp David. Sebelum berangkat turun kita kembali berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Perjalanan turun kita jalan santai dan nggak buru-buru karena memang waktunya juga masih siang dan cerah. Sampai di Camp David sekitar pukul setengah tiga. Kita ngasoh dulu di Camp David sambil manasin mesin motor yang kedinginan sejak semalam. Jam setengah empat kita mulai jalan menyusuri jalanan Desa Cisurupan menuju kota garut. Sempat berhenti sebentar di Pom Bensin untuk ngisi bensin dan membuang sampah di perut hehehe. Setelah itu kita langsung gaspol menuju Bandung. Perjalanan cukup lancar dan sedikit macet di beberapa titik. Sampai Bandung kita jam setengah tujuh malam. Setelah ngedrop si Dimas dikosannya, gue langung balik ke kosan terus mandi dan tidur hehehe.

    Ada banyak pelajaran yang gue dapat dari pelajaran ini. Kembali lagi alam memberikan gue banyak sekali ilmu yang gak gue dapat di kampus ataupun dirumah. Sebagai manusia yang kecil, tidak ada hentinya gue ngucapin syukur atas nikmat yang diberikan Sang Pencipta. Ketenangan dan kedamaian hati serta keihklasan dalam menerima setiap cobaan dan masalah. Thanks God for lesson from the universe. :)

    Itulah guys chapter gue ke Papandayan. Sorry kalo berantakan. Harap dimaklumi gue baru belajar nulis hehehe. Pesen gue sama, tetep jaga kebersihan kemanapun kalian singgah. Budayakan Go green lifestyle ya. Jaga selalu kelestarian lingkungan sekitar kita. Ingat kita tunduk saat mendaki dan tegak ketika turun. :) Salam

    Friday, 22 January 2016

    Jalan Santai Menikmati Gunung Papandayan - Part 1

    Catatan Perjalanan Gunung Papandayan 2665 mdpl - Part 1

    Tegal Alun dalam kenangan



    Jalan-jalan santai menikmati indahnya Gunung Papandayan. Kisah ini berawal dari kepenatan di tengah kuliah semester genap tahun kemarin. Tepat pada tanggal  10 April 2015. Waktu itu temen sekaligus partner setia gue dalam mendaki si Dimas ngajakin gue nanjak ke Papandayan. Tanggal 9 Malem dia dateng ke kosan gue dan mengutarakan niat pelariannya ke Gunung Papandayan. Sebagai teman dan partner yang baik, gue segera ngiyain tanpa pikir panjang. Karena gue rasa momentnya bener-bener pas. Meskipun dompet sudah jebol dan tinggal 100 ribu doang.

    10 April 2015
    Jam udah nunjukin pukul 21.00 dan semua perlengkapan udah di packing ke dalam carrier. Meeting point kali ini di kosan Dimas yang jaraknya 1km dari kosan gue. Gue siapain si Ducati 125cc warna hitam tanpa kopling hehehe. lima belas menit kemudian gue akhirnya jalan ke kosan Dimas. Sesampainya di kosan Dimas, ternyata ada 4 orang lagi junior Dimas yang ikut nanjak juga. Begonya gue gak tanya siapa aja yang mau ikut sebelumnya hehehe.

    Setelah packing ulang dan berunding, akhirnya kita memutuskan untuk jalan jam 3 pagi. Karena kita naik motor dan jarak dari Bandung ke Garut cuma 2 jam, estimasi kita sampai sana jam 5 dan bisa nanjak mulai jam 6, jadi ya masih seger udaranya. Inget ini Estimasi dan masih bisa berubah! hehehehe.

    Jam udah nunjukin pukul 23.30. masih lama untuk berangkat. Gue sama Dimas akhirnya memutuskan untuk ke Warkop buat ngopi sambil ngisi perut yang keroncongan. Sedangkan junior Dimas lebih memilih tidur, untuk nyimpen tenaga katanya. Balik dari warkop jam 1 dan masih dua jam lagi untuk berangkat. gue pasang earphone dan tidur-tiduran di kamar Dimas. Nah, disinilah petaka terjadi. Gue ketiduran, Dimas ketiduran, Para junior masih ngebo. Gue kebangun jam setengah lima gara-gara alarm yang gue set tiap harinya. Pas bangun gue langsung lompat dan ngabangunin semua team. Akhirnya team pada keteteran kalang kabut, ada yang langsung pake sepatu, ada yang lari ke kamar mandi, ada yang langsung nyamber tas dan pake helm, kocak abis lah pokonya hahaha.

    11 April 2015
    Setelah bersiap, jam 5 akhirnya kita baru berangkat. meleset 2 jam dari ittenary hahaha. Untung perjalanan kali ini lancar jaya tidak ada hambatan dan macet sama sekali. jam 7.15 kita akhirnya sampai di camp david. Setelah parkir motor kita gue sama Dimas langsung ngurus simaksi. Simaksi Rp.7500/orang, parkir motor Rp.5000/orang, titip helm sikhlasnya gue kasih Rp.10000/4helm karena yang 2 masuk jok motor. Setelah semua urusan administrasi kelar, kita berenam memutuskan untuk langsung jalan. Keputusan ini kita ambil karena weekend agar dapat tempat di pondok saladah nanti. Setelah berdoa bersama, kita langsung jalan.

    Trek pertama disambut dengan tanjakan batu kapur campur batu kali(mungkin) hahaha. Treknya lumayan nanjak. Jujur gue gak kaget karena ini kali ketiga gue naik kesana, tapi kali pertama bagi Dimas dan para Juniornya. Kata kasarnya gue disuruh jadi Guide mereka. perjalanan dilanjutkan dengan trek melintasi tepi kawah papandayan. trek masih tetep batuan belerang. Disini saran gue kalian pake masker, karena bau belerang dari kawah sangat menyengat. Bahaya, bisa bisa kalian keracunan karena terlalu banyak menghirup gas belerang. Dan juga jangan banyak istirahat disini. Treknya cukup landai, ada beberapa yang lumayan naik tapi banyak landainya/banyak bonus.
    pemandangan pertama setelah tanjakan camp david
    Masih pemandangan awal
    Trek Tepi kawah
    Trek Melewati tepi kawah
    kawah Papandayan  
    Trek Kawah nanjak banget
    Setelah melewati kawah, kali ini vegetasi mulai berubah. Yang tadinya batuan belerang, kini berganti menjadi pepohonan yang rimbun dikanan dan kirinya. Dari kawah tadi ada pertigaan kalian ambil yang treknya turun ke arah kiri. Kalau kalian lurus kalian akan melewati trek lama yang udah longsor dan tidak bisa dilewatin lagi. Disini kita sempat ngasoh bentar di sungai. air sungainya sih seger, tapi saran sih jangan minum disini ya. Karena di atas sana masih ada yang memanfaatkannya, di pondok saladah tepatnya. Sehingga ini kurang bersih kalo dibuat minum.
    Sungai Papandayan
    Nah Setelah melewati sungai kalian langsung disambut oleh tanjakan yang W.O.W banget hahaha. Disini permasalahan pertama muncul. Junio Dimas yang bernama Adi ngeluh sesek nafasnya. Akhirnya kita ngasoh lagi setelah tanjakan. Setelah 10 menit ngasoh Adi mulai enakan, kita lanjut jalan pelan-pelan dengan posisi gue sebagai sweaper. Begonya gue, gak ngasih tau dua junior Dimas di depan kalo setelah ini ada percabangan. Didepan ada percabangan, kalau jalur resmi itu ke kiri, tapi kalau jalan pintas lurus. Kalau kita lewat jalan pintas, kita akan melewati tanjakan terjal yang licin tapi singat dan cepat. Kalau lewat jalur resmi, kita akan menemukan trek yang cukup landai tapi muternya lumayan jauh dan tentunya memakan banyak waktu.

    Team kita terpisah jadi dua, tiga junior Dimas yang masih semangat mudah ngikutin jalur resmi. Sedangakn Gue dan Dimas yang jagain Adi mengambil jalur pintas dengan asumsi nanti ketemu di atas dan kata Dimas banyak orang yang lewat jalur resmi, jadi gue lega dan berasumsi mereka aman. Disini kita banyak ngasoh karena memang Adi terkadang masih sering ngeluh seseknya kambuh. Setelah sampai atas gue nyuruh istirahat sambil nunggu teman yang tadi misah. Setelah 5 menit rebahan, ketiga junior Dimas datang dengan wajah heran hehehe. Bahkan beberapa pendaki yang tadinya dahuluin kita di persimpangan juga heran kenapa gue bisa cepet dan gak keliatan nyusul mereka. Setelah gue jelasin dan kasih tau akhirnya mereka paham juga hehe. Setelah cukup lama istirahat kita melanjutakn perjalanan. Treknya sangat landai, dan berkontur tanah kombinasi batu. sebelum sampai di pos 2 Voulenter untuk laporan, gue sempat mengabadikan pemandangan keren.
    Pemandangan keren dari lawang angin sebelum pos 2 Voulenter
    Sampai di Pos Voulenter gue laporan jumlah anggota team. Anak-anak yang lain sembari istirahat dan rebahan lagi. Dari sini, kalau dari jalur awal kita ambil kiri ke arah pondok saladah.Dari sini sekitar 20 menit lagi sudah sampai saladah dengan trek yang cukup landai dengan pohon yang rimbun di kanan dan kiri jalur. Setelah berjalan santai dengan sesekali bercanda, akhirnya kita sampai juga di Pondok Saladah. Gue lihat jam di tangan waktu menunjukan pukul 09.38 ya berati total perjalanan dari David ke pondok saladah sekitar dua sampai dua setengah jam dengan jalan santai.

    (Bersambung)

    Nanti gue sambung dan inget-inget lagi ya. Sekarang masih proses inget-inget hehehe. Tetep jaga kebersihan lingkungan dan go green lifestyle ya guys.




    Menikmati Indahnya Gunung Papandayan 2665mdpl

    Menikmati Indahnya Gunung Papandayan


    Papandayan adalah salah satu gunung api aktif di Indonesia. Gunung yang berada di Cisurupan, Garut, Jawa Barat ini memiliki ketinggian 2665mdpl. Tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan Semeru di Malang. Namun jangan meremehkan pemandangan yang disuguhkan! Bagi gue, papandayan merupakan gunung dengan paket lengkap. kalian bisa dapat kawah, hamparan hutan tandus dengan jajaran pohon-pohon mati yang keren, dan tentunya taman bunga Edelweis yang luas pake banget.

    "lo pernah naik gunung mana?"
    "Papandayan"
    "Berapa tingginya?"
    "2665mdpl"
    "Pendek bener, pasti pemandangannya gitu-gitu aja iya kan?"
    "Lihat sendiri aja fotonya."
    "*diem* *matabelo*"

    Ya itulah pengalaman percakapan gue dengan seorang teman yang sudah sering naik turun gunung. Masing-masing gunung memiliki karakter dan kontur tanah yang berbeda-beda, sehingga pemandangan yang kita dapat tidak hanya ditentukan dari berapa tinggi gunung tersebut. melainkan banyak faktor lain. Kali ini gue gak ingin menceritakan perjalanan. Gue hanya ingin berbagi tentang keindahan alam Indonesia. Salah satunya adalah Gunung Papandayan.


    Kumpulan foto-foto Gunung Papandayan

    Pemandangan Dari Lawang Angin (Sebelum Pos Voulenteer 2)

    Pemandangan Dari Lawang Angin (Sebelum Pos Voulenteer 2)

    Pemandangan di Pondok Saladah (Tempat Camp)

    Pemandangan di Pondok Saladah (Tempat Camp dari atas)

    Pemandangan dari atas

    City View dari Atas Gunung Papandayan

    Gugusan Awan dari Hutan Mati

    Hamparan Taman Edelweis di Tegal Alun

    Bunga Edelweis di Tegal Alun


    Untuk chapternya nanti gue bakal posting pada kesempatan berikutnya. Tetap terus junjung pariwisata Lokal. Indonesia sangat indah, mari kita jaga keindahan itu dan terus kita lestarikan, agar kelak bisa dinikmati oleh generasi - generasi setelah kita. Terima kasih.

    resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut